Aturan Ketat BPOM Terhadap Peredaran Produk Susu Kental Manis

Meluruskan Pandangan Menyesatkan tentang Susu Kental Manis

Masyarakat Indonesia telah bertahun tahun terbiasa untuk mengkonsumsi susi kental manis yang dianggpanya sebagai “Susu”. Tetapi beberapa waktu yang lalu munculnya pernyataan dari BPOM yang mengatakan secara resmi jika produk susu ini tidak mengandung susu. Produk susu ini tanpa padatan susu sama sekali telah berhasil menipu masyarakat karena justru produk ini sering disajikan untuk anak. Produk kental manis ini sering dijadikan alternatif pilihan dari susu bubuk yang harganya terbilang lebih mahal. Pada Mei 2018 BPOM melalui surat edaran tentang label dan iklan pada produk susu kental dan analog dalam kategori pangan 01.3 yang memberikan aturan ketat terhadap peredaran produk susu ini.

Berikut beberapa aturan ketat BPOM terhadap peredaran produk susu kental manis diantaranya yaitu :

  • Melarang Anak Anak Dibawah 5 Tahun Untuk Ditampilkan Didalam Bentuk Apapun

Didalam ilustrasi iklan adanya larangan dari BPOM untuk menampilkan anak anak yang berusia dibawah 5 tahun didalam tampilan iklannya. Dilarangnya penggunaannya visualisasi gambar susu cair atau susu didalam gelas dan disajikan dengan cara diseduh lalu dikonsumsi sebagai minuman oleh anak anak.

  • Melarang penggunaan kata “Susu”

Ada juga larangan dari BPOM tentang penggunaan visualisasi jika produk susu dan analognya itu diseratakan dengan produk susu lainnya yang dikategorikan sebagai penambah atau pelengkap zat gizi. Produk susu yang lain itu seperti susu sapi, susu yang dipasteurisasi, susu yang disterilisasi, susu formula, dan susu pertumbuhan.

  • Melarang Penggunaan Visualisasi Gambar Susu

BPOM juga melarang didalam penggunaan visualisasi gambar susu cair atau susu didalam gelas yang disajikan dengan cara diseduh lalu dikonsumsi sebagai minuman.

  • Melarang Penayangan Iklan Pada Jam Tayang Acara Anak Anak

Produk susu ini selain menipu tetapi juga dinyatakan bagi kesehatan akan berbahya. Jika susu ini dikonsumsi secara berlebihan maka dampak buruk susu kental manis dapat meningkatkan resiko diabetes dan anak anak akan mengalami obesitas. Pasalnya produk susu ini memiliki kadar gula yang tinggi. Dengan mengkonsumsi gula lebih dari 10 % energi total maka bahaya susu kental manis yakni terjadinya penurunan sensitivitas insulin lalu akan memicu lebih tingginya kadar gula atau hiperglikema sehingga akan memicu resiko terkena diabetes. Saat ini Indonesia berada di urutan yang ke 4 didunia dengan penduduknya yang paling banyak terkena diabetes.

Itulah beberapa aturan ketat BPOM terhadap peredaran produk susu kental manis. Susu didalam piramida gizi yang seimbang termasuk kedalam makanan sumber protein. Kandungan 8 gram protein yang ada didalam susu akan setara dengan satu porsi telur, daging, ikan, dan tempe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *